Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Container Icon
Tampilkan postingan dengan label SEJARAH XI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEJARAH XI. Tampilkan semua postingan

Peristiwa Penting Sekitar Proklamasi Kemerdekaan

Peristiwa Penting Sekitar Proklamasi Kemerdekaan (sejarah XI)

Peristiwa Penting Sekitar Proklamasi Kemerdekaan

Pembacaan Proklamasi
Pembacaan Proklamasi oleh Ir.Soekarno
Peristiwa Rengasdengklok
Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada sekutu. Dengan menyerahnya Jepang berarti situasi telah berubah, Jepang tidak lagi memerintah Indonesia tetapi hanya berfungsi sebagai penjaga “status quo” yakni menjaga situasi dan kondisi seperti pada masa perang dan melarang adanya perubahan-perubahan di Indonesia. Kemerdekaan tidak mungkin bisa didapat dari Jepang. Oleh karena itu pada tanggal 15 Agustus 1945 itu juga para pemuda dipimpin Chaerul Saleh mengadakan rapat di ruang Laboratorium Mikrologi di Pegangsaan Timur untuk membicarakan pelaksanaan proklamasi kemerdekaan tanpa bantuan Jepang.

Dalam rapat tersebut menhasilkan keputusan bahwa :
  1. Mendesak Bung Karno dan Bung Hatta agar melepaskan ikatannya dengan Jepang dan harus bermusyawarah dengan pemuda.
  2. Mendesak Bung Karno dan Bung Hatta agar dengan atas nama bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan Indonesia malam itu juga atau paling lambat 16 Agustus 1945.
Keputusan rapat pemuda tersebut disampaikan oleh Darwis dan Wikana kepada Bung Karno dan Bung Hatta di rumah kediamannya masing-masing. Akan tetapi Bung Karno dan Bung Hatta menolak dengan alasan bahwa beliau tidak akan memproklamirkan kemerdekaan tanpa perantara PPKI, sebab PPKI merupakan wakil-wakil bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke, sedang golongan pemuda beranggapan bahwa PPKI merupakan butan Jepang.
Karena tidak ada kata sepakat, hari itu juga (15 Agustus 1945) dini hari di asrama Baperpi (Kebun Binatang Cikini) golongan pemuda mengadakan rapat kembali dan mereka sepakat untuk menjauhkan Bung Karno dan Bung Hatta dari pengaruh Jepang ke luar kota. Pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945 Sukarni, Yusuf Kunto, dan Singgih membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok (Kabupaten Karawang) yaitu tempat kedudukan sebuah Cudan (Kompi) PETA yang dikomandani Cudanco Subeno.
Perisitwa ini baru berakhir setelah Ahmad Subardjo memberikan jaminan bahwa proklamasi segera dikumandangkan paling lambat keesokan harinya barulah Cudanco Subeno bersedia melepaskan Bung Karno dan Bung Hatta. Pada hari itu juga Bung Karno dan Bung Hatta kembali ke Jakarta.
Perumusan Teks ProklamasiPerumusan teks proklamasi dilaksanakan di rumah Laksamana Tadasi Maeda, seorang Angkatan Laut Jepang yang bersimpati dengan perjuangan bangsa Indonesia. Tokoh yang bertindak sebagai perumus teks proklamasi berasal dari golongan tua yaitu:
Sedangkan yang bertindak sebagai saksi berasal dari golongan muda yaitu :
  • Buharnudin Muhammad Diah (BM Diah)
  • Sayuti Melik
  • Sukarni
  • Sudiro
Atas dasar musyawarah dan diskusi dihasilkan :
  1. Teks Proklamasi yang Klad: Teks Proklamasi yang ditulis tangan oleh Bung Karno yang sebelumnya didektekan Bung Hatta dan isinya masih bersifat konsep.
  2. Teks Proklamasi yang Otentik: Teks Proklamasi yang diketik oleh Sayuti Melik dan ditandatangani oleh Bung Karno dan Bung Hatta yang kemudian dibacakan pada 17 Agustus 1945.
Pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan
Pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB dibacakanlah pernyataan proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh Bung Karno di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Kemudian acara dilanjutkan dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih yang dilakukan pemuda Suhud dan Latif Hendraningrat dengan diiringai lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Wali Kota Jakarta Suwiryo dan sambutan dari Dr.Muwardi sebagai Kepala Keamanan. Untuk menyebarluaskan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia pada sore harinya Syahrudin(Wartawan Kantor Domei) menyampaikan Teks Proklamasi kepada Waidan B. Paknawan(Kepala bagian Radio) selanjutnya memerintahkan kepada Markonis F. Wuz untuk menyiarkan berita proklamasi tiga kali berturut-turut, dan sejak itu pula berita proklamasi berkumandang keseluruh dunia. Berita proklamasi juga disiarkan melalui surat kabar “Suara Asia” yang terbit di Surabaya dan surat kabar “Cahaya” yang terbit di Bandung. Proklamasi kemerdekaan Indonesia memiliki dua arti penting, yaitu:
  1. Bangsa Indonesia dengan tekad dan kekuatan sendiri menjadi bangsa yang merdeka bebas dari penjajahan asing yang telah dideritanya selama tiga setengah abad dan tiga setengah tahun. Bangsa Indonesia akan mengatur sendiri negaranya dan mempertahankannya dari gangguan dunia luar.
  2. Bangsa Indonesia menjadi pelopor bangsa Asia-Afrika karena merupakan bangsa yang pertama merdeka setelah Perang Dunia II, yaitu tiga hari setelah Perang Dunia II selesai.
Sambutan Rakyat Indonesia terhadap Proklamasi
a. Sambutan Proklamasi di Ibu Kota Negara
Pada tanggal 19 Desmber 1945 para pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Van Aksi yang dipimpin oleh Sukarni mengadakan Rapat Raksasa di Lapangan IKADA, Jakarta dan dipimpin oleh Presiden Ir.Soekarno dan Wakil Presiden Drs. Mohammad Hatta. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kepada dunia internasional khusunya kepada Belanda, Jepang, dan sekutu bahwa negara Indonesia yang diplokamirkan pada 17 Agustus 1945 adalah benar-benar merdeka dan berdaulat penuh serta memenuhi syarat-syarat hukum internasional.
b. Sambutan Proklamasi di Berbagai Daerah
  1. Di Semarang, Syarief Sulaiman dan MS.Mintarjo membawanya ke Gedung Jawa Hokokai yang pada saat itu sedang diadakan sidang dibawah pimpinan Mr.Wongso Negoro. Dalam sidang dibacakan Teks Proklamasi serta menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Peristiwa ini terjadi tanggal 18 Agustus 1945.
  2. Di Yogyakarta pada tanggal 5 September 1945 Sri Sultan Hamengkubuwono IXmenyatakan bahwa Yogyakarta merupakan bagian dan menjadi Daerah Istimewa dalam negara Republik Indonesia.
  3. Di Surabaya pada tanggal 19 September 1945 terjadi Insiden Bendera Hotel Yamato. Arek-arek Surabaya dipimpin Residen Sudirman menurunkan bendera Belanda yang dikibarkan oleh Mr.Plogman. Mereka merobek warna birunya dan mengibarkan kembali warna Merah-Putihnya.
  4. Di Menado para pemuda yang tergabung dalam Pasukan Pemuda Indonesia mengadakan gerakan di Tangsi Putih dan Tangsi Hitam untuk membebaskan para tawanan yang pro RI.
  5. Di Gorontalo pada tanggal 13 September 1945 terjadi perebutan senjata di markas-markas Jepang.
  6. Di Palembang pada tanggal 8 ktober 1945 terjadi pengibaran bendera Merah Putih yang dipimpin Residen Sumatera Selatan Dr.A.K.Gani.
  7. Di Banda Aceh pada tanggal 6 Oktober 1945 para pemuda yang tergabung dalam Angkatan Pemuda Indonesia berusaha menegakkan kedaulatan RI di Aceh.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perkembangan Ideologi dan Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia

Perkembangan Ideologi dan Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia (sejarah XI)

Perkembangan Ideologi dan Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia


Perkembangan nasionalisme di Indonesia mencapai titik kemajuan sejak berdirinya organisasi Budi Utomo tahun 1908. Jika kita memetakan perkembangan nasionalisme Indonesia sejak Budi Utomo hingga kemerdekaan, akan diperoleh karakteristik periode perkembangan sebagai berikut :
1.  Periode awal perkembangan. Pada periode ini, gerakan nasionalisme di Indonesia diwarnai dengan perjuangan untuk memperbaiki situasi sosial dan budaya. Beberapa organisasi dan gerakan yang muncul pada periode ini adalah Budi Utomo Sarekat dagang Indonesia, Sarekat Islam, dan Muhammadiyah.
2.  Periode Nasionalisme Politik. Dalam periode ini, gerakan nasionalisme di Indonesia telah  mulai menyinggung bidang politik untuk kemerdekaan Indonesia. Beberapa organisasi dan gerakan yang muncul pada periode ini adalah Indisce Partij dan Gerakan Pemuda.
3.   Periode Radikal. Dalam periode ini, gerakan nasionalisme di Indonesia ditunjukkan untuk mencapai kemerdekaan. Beberapa organisasi dan gerakan yang berkembang pada periode ini adalah perhimpunan Indonesia, PKI, dan PNI.
4.  Periode bertahan. Dalam periode ini gerakan nasionalisme di Indonesia lebih moderat dan penuh pertimbangan. Pada peride ini, di warnai dengan sikap pemerintah Belanda yang sangat reaktif sehingga organisasi-organisasi pergerakan lebih berorientasi Belanda, Beberapa organisasi dan gerakan yang berkembang dalam periode adalah Parindra, Gerindo, GAPI, dan Fraksi Nasional.
Budi Utomo
Organisasi Budi Utomo berdiri atas inisiatif Mas Ngabehi Wahidin Soedirohosoedo yang ingin meningkatkan martabat bangsanya melalui kegiatan pengajaran. Pada tahun 1906 ia bertemu dan berdiskusi dengan para pelajar STOVIA di Jakarta. Dari ide Wahidin Soedirohosoedo inilah, pada 20 Mei 1908, para pelajar STOVIA mendirikan perkumpulan yang diberi nama Budi Utomo. Soetmo dipilih sebagai ketuanya. Hari lahirnya Budi Utomo di peringati oleh bangsa Indonesia sebagai hari kebangkitan Nasional.
Sarekat Islam
Sarekat Islam awalnya bernama Serekat Dagang Islam yang didirikan oleh H. Samanhudi pada 1911 di Surakarta. Sarekat Dagang Islam mengalami perkembangan yang pesat setelah di pimpin Haji Oemar Said Tjokroaminoto. Dalam sebuah pidatonya, H. O. s. Tjokroaminoto menegaskan bahwa tujuan SI adalah memperkuat basis ekonomi kaum pribumi agar mampu bersaing dan membebaskan ketergantungan ekonomi dari bangsa asing.
Muhammadiyah
Salah satu organisasi sosial Islam yang cukup penting di Indonesia adalah Muhammadiyah. Organisasi ini didirikan di Yogyakarta pada 18 November 1912 oleh Kya Haji Ahmad Dahlan. Mulai tahun 1920, Muhammadiyah mulai meluaskan sayapnya ke daerah–daerah di pulau jawa. Pada tahun 1921, melebur lagi sampai ke luar jawa. Pada tahun 1927, cabang-cabang baru berdiri di Bengkulu, Banjarmasin, dan Amuntai, pada tahun 1929, cabang baru di bentuk di Aceh dan Ujung Pandang (Makasar). Kegiatan utama cabang-cabang itu adalah di bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial. Antara tahun 1920 – 1925, Muhammadiyah giat mendirikan sekolah-sekolah pada tahun 1923, didirikan Majelis Pimpinan Pengajaran Muhammadiyah dengan ketua M. Joyosugito.
Indisce Partij
Organisasi yang mendukung gagasan revolusioner ini adalah Indische Partij. Organisasi ini berdiri pada 25 Desember 1912, pencetus organiasi ini ialah E.F.E. Douwes Dekker, yang juga terkenal dengan nama danuadirja setyabuddhin. Melalui karangan-karangannya di majah Het Tijdschrift dan De Express, ia melancarkan propagandanya mengenai program “Hindia” untuk setiap gerakan politik yang sehat. Tujuan propaganda tersebut adalah menyadarkan golongan Indo dan penduduk bumiputera bahwa masa deoan mereka sedang terancam dengan adanya bahaya eksploitasi kolonial. Douwes dekker mengadakan perjalanan propaganda ke pulau Jawa antara 15 September -3 Oktober 1912. dalam perjalannayanya tersebut ia bertemu dengan Dr. Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat. Ketiga tokoh ini atau lebih dikenal dengan sebuah “Tiga serangakai” kemudian sepakat bergabung dalam indische partij yang didirakn pada tanggal 25 Desember 1912.
Tujuan organisasi Indische Partij adalah membangun patriotisme semua “Indisce” terhadap tanah air yang telah memberi kehidupan pada mereka. Menjelang perayaan 100 Tahun kemerdekaan Belanda, Indisce Partij membentuk Komite yang dienal dengan nama “Komite Bumiputera” Komite itu bermaksud mengirimkan telegram kepada Ratu Belanda Tentang pencabutan pasal III RR (Reglement op het Beleidedder Regeering) tentang dibentuknya Majelis perwakilan rakyat yang Sejati dan ketegasan akan adanya kebebasan berpendapat di daerah jajahan. Selanjutnya, indische Partij bergenti nama partai Insulinde. Azasnya adalah “Membina semangat persatuan bangsa”. Seluruh anggotanya ditekankan untuk menyebut dirinya Indiers” (Orang lokal atau Indonesia). Pada tahun 1919, Insulinde berganti nama menjadi Nationaal indische Partij (NIP) dalam perkembangan, NIP tidak mempunyai pengaruh yang cukup terhadap rakyat Indonesia. Bahkan NIP hanyamerupakan perkumpulan orang-orangterpelajar.
Gerakan Pemuda
Salah satu aspek dari gerakan pemuda yang kecenderungan untuk bertolak dari suatu kerangka solidaritas yang lebih terbatas seperti Jawa, Sumatra, atau Sulawesi. Melalui pertemuan-pertemuan di asrama serta tulisan-tulisan di majalah dan surat kabar.
Partai Komunis Indonesia ( PKI )
Paham Marxisme masuk ke Indonesia di bawa oleh Sheeviletpada 1913. Ia lalu mendirikan ISDV dan melakukan kerja sama dengan organisasi yang telah lebih dulu ada , seperti SI . Dengan taktik intilitrasi, ISDV mampu mempengaruhi anggota SI pada akhirnya SI terpecah menjadi dua. Pada 23 Mei 1920, nama ISDV diubah menjadi Partai Komunis Hindia. Selanjutnya , pada Desember , Partai Komunis Hindia berubah menjadi Partai Komunis Indonesia ( PKI ). PKI. Semakin kuat dan berhasil menjadi salah satu pertai besar , dan merencanakan gerakan yang dikenal sebagai pemberontakan PKI 1926. Namun pemberontakan ini dapat di padamkan.
Perhimpunan Indonesia
Pada awal abad ke-20, banyak putra Indonesia yang mendapat kesempatan untuk belajar ke Belanda. Pemuda Indonesia di Belanda mendirikan organisasi yang bernama Indische Vereeniging. Azas dari organisasi ini adalah :
1. Indonesia ingin menentukan nasib sendiri;
2. Bangsa Indonesia mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri ;
3. Bangsa Indonesia harus bersatu melawan penjajah.
Pada tahun 1924, organisasi ini berbaganti menjadi Indonesische Vereeniging. Perubahan nama tersebut memiliki arti strategi yang menampilkan identitas bangsa Indonesia, sikap politik PI pun berubah dari kooperatif. PI tumbuh menjadi organisasi nasional dan anti kolonial. PI juga mengikuti banyak kegiatan yang dilakukan oleh organisasi international, kegiatan-kegiatan PI ternyata mendapat pengawasan dari pemerintah Belanda. Mereka di tuduh akan melakukan makar, tetapi vonis pengadilan membebaskan mereka. Dalam perkembangannya, para mahasiswa meminta para alumninya untuk kembali ke Indonesia dan mempengaruhi, bahkan mengambil alih kepemimpinan organisasi-organisasi pergerakan di Indonesia sehingga sejalan dengan ide-ide perjuangan Perhimpunan Indonesia.
Partai Nasional Indonesia
Pada 4 Juli 1927, atas inisiatif Algemeenestudie Club, diadakan rapat pendirian Perserikatan Nasional. Sasaran pokoknya adalah Indonesia merdeka. Sifat perjuangannya adalah nonkooperatif.
Ada dua macam cara yang dilakukan PNI untuk memperkuat diri dan memperbesar pengaruhnya dalam masyarakat. Pertama adalah ke dalam. Yakni mengadakan usaha kursuskursus, mendirikan sekolah-sekolah, bank-bank, dan sebagainya. Kedua adalah keluar, yakni mengadakan rapat-rapat umum dan menerbitkan surat kabar (Persatoean Indonesia di Jakarta dan Banteng Priangan di Bandung ). Pada April 1931, PNI dibubarkan. Beberapa anggotanya kemudian mendirikan pratindo(Partai Indonesia) pada 1Mei 1931 dengan ketuanya Sartono. NMUN, Moh.hatta yang tidak setuju dengan pembubaran PNI enggan bergabung dengan Pertindo. Moh. Hatta, Sultan Syahrir, dan kawan-kawan mendirikan Pendidikan Nasional Indonesia.
Gerakan Wanita
Kondisi wanita pada awal abad ke -19 masih sangat terbelakang. Gerakan emansipasi wanita dipelopori oleh R.A. Kartini. Arti emansipasi adalah keinginan untuk mendapat persamaan hak dengan kaum laki-laki. Pada mulanya, gerakan mereka merupakan bagian dari organisasi lokal kedaerahan atau keagamaan. Namun, pada perkembangannya, tumbuh organisasi-organisasi perempuan yang berdiri sendiri. Organisasi wanita tidak hanya ada di jakarta dan kota besar di beberapa kota luar pulau jawa. Dalam perjalannya, organisasi wanita ini ada juga yang besifat non-kooperatif. Gagasan yang dimiliki oleh kaum wanita juga dituangkan dalam surat kabar dan majalah perempuan.
Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia
Dalam suatu rapat yang berlangsung di Bandung pada 17-18 Desember 1927, dicapai kesepakatan antara wakil-wakil dari PSI, BU, Pasundan, Jong Sumatranen Bond, Pemuda Betawi, dan kelompok studi Indonesia untuk membentuk federasi partai politik. Federasi itu bernama Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Partai Politik Indonesia (PPPKI). PPPKI mengadakan kongres 1 di Surabaya. Para wakil politik berharap bahwa kongres tersebut merupakan permulaan era baru bagi gerakan kebangsaan yang dibahas dalam kongres, antara lain mengenai masalah pendidikan nasional dan lain-lain.
Dalam kongres PPPKI kedua di Solo, 25 – 27 Desember 1929, benih perpecahan semakin terlihat, terutama perbedaan pandangan terhadap istilah “kebangsaan”. Hal ini disebabkan dengan istilah itu seolah-olah tergabung dalam PPPKI hanya golongan nasionalis. Sementara, menurut Soekano dan Tjokoaminoto, istilah “kebangsaan” bukan berarti nasionalis, melainkan nasional.
Kongres Pemuda
Kongres Pemuda berlangsung di Jakarta pada 30 April-2 Mei 1926. Kongres ini bertujuan membentuk badan sentral, memajukan paham persatuan kebangsaan,dan mempererat hubungan di antara semua perkumpulan pemuda kebangsaan. Kongres pemuda 1menerima dan mengakui cita-cita persatuan Indonesia.
Kongres Pemuda ke-2 diadakan pada 26-28 Oktober 1928. Kongres ini merupakan puncak integrasi ideologi nasional dan menjadi peristiwa nasional. Para peserta yang hadir mengucapkan sumpah setia Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa, Indonesia. Rumusan Sumpah Pemuda tidak lain adalah bentuk dari identitas nasional. Rumusan itu menjadi simbol persatuan dalam menggalang kekuatan untuk menghadapi kekuatan kolonial.
Parindra
Di Surabaya, terdapat sebuah kelompok studi Indonesia yang berperan dalam pergerakan nasional. Tujuan organisasi ini adalah penghapusan penderitaan rakyat melalui kegiatan ekonomi, sosial, dan Politik.Tahun 1930, kelompok ini berganti nama jadi persatuan Bangsa Indonesia dan pada 1932, bersama Budi Utomo, Serikat Celebes dan beberapa organisasi lain melebur dari menjadi Partai Indonesia Raya.
GAPI
Pada 21 Mei 1939, di jakarta, berhasil didirikan organisasi Gabungan Politik Indonesia (GAPI). Keberhasilan ini diperoleh setelah diadakan pendekatan dan perundingan dengan partai-partai dan organisasi-osrganisasi. Anggaran Dasar GAPI menegaskan berdasarkan hak untuk menentukan diri sensiri persatuan nasional dari seluruh bangsa. Dalam kongres pertama pada 4Juli 1939, GAPI bersemboyan “Indonesia berpalemen” dan pada 1940, GAPI menuntut diadakannya perubahan ketatanegaraandi indoneisa. Dibentuklah komisi penyelidik untuk perubahan ketatanegaraan dikenal sebagai komisi Visman.Namun, tidak ada sambutan baik dari Volksraad atau GAPI. Untuk itu, dibentuk suatu panitia untuk menyusun bentuk dan susunan ketatanegaraan. Hasilnya dibacakan di Gedung Ruad Van Indie.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

kolonialisme dan imperalisme barat di Indonesia

kolonialisme dan imperalisme barat di Indonesia (sejarah XI)

KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT DI INDONESIA

Industrialiasasi dan Imperialisme
 

        Politik imperialisme modern berbeda dengan pelaksanaan politik imperialisme kuno sebelum terjadinya Revolusi Industri. Dalam poliyik imperialisme kuno, penguasaan daerah baru  untuk memperoleh logam mulia (gold), untuk mendapatkan kejayaan bangsa (glory), dan menyebarkan ajaran injil (gospel).
      Imperialisme modern yang dilakukan oleh Negara-negara Eropa memiliki tiga tujuan:
1. Mendapatkan daerah pemasaran hasil industri
2. Mendapatkan daerah penghasil bahan mentah atau bahan baku.
3. Mendapatkan daerah penanaman modal.
      Imperialisme modern dilatarbelakangi oleh kepentingan ekonomi Negara imperal. Imperialisme modern dilakukan dengan menguasai negara lain sebagai sumber penghasil bahan mentah dan tempat pemasaran hasil industri.
Kolonialisme
     Kolonialisme muncul pasca-Revormasi Industri yang sebagai akibat dari adanya hasrat untuk mencari sumber daya alam yang sebesar-besarnya yang digunakan sebagai bahan industri di kawasan Eropa. Bermulai dari kepentingan berdagang, bangsa-bangsa Eropa ini kemudian mulai menjajah daerah-daerah yang didatangi menjadi miliknya. Hal ini semakin jelas setelah Perjanjian Zaragosa antara Portugis dan Spanyol di sepakati dengan membagi dunia atas dua bagian yang menjadi milik mereka. Dalam perkembangannya muncullah Negara Eropa lain, seperti Inggris, Belanda, Perancis yang juga menjajah daerah-daerah yang mereka datangi sebagai Negara jajahannya. Inilah yang disebut kolonialisme.
      Kolonialisme sering dihubungkan dengan imperialisme, walaupun pada dasarnya kedua istilah tersebut memiliki perbedaan yang mendasar dalam pola dan tujuannya. Kolonialisme bertujuan menguasai sumber daya ekonomi dan modal di suatu daerah, dengan cara menjajah daerah-daerah tersebut.
Masuknya Bangsa Eropa Ke Indonesia
Penjajahan Bangsa Spanyol
      Penjajahan samudra yang dilakukan bangsa Spanyol pertama kali dipimpin oleh Christhoper Columbus.  Colombus mengajukan misi pelayaran kepada Raja Spanyol untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah di dunia Timur. Misi bertujuan Ekonomi ini disetujui oleh Raja Spanyol, pada tahun 1492, Colombus memulai misi penjelajahan bangsa Spanyol. Tujuan dari misi ini adalah untuk menemukan Kepulauan Hindia, daerah penghasil rempah-rempah.
     Di Kepulauan Bahama di Benua Amerika Colombus mendarat, ia mengira telah sampai di kepulauan Hindia. Kepulauan Bahama kemudian dianggap sebagai wilayah jajahan Spanyol. Misi selanjutnya menguasai daerah Meksio, dengan menaklukan suku IndianAztec dan Indian Maya.
     Misi yang kedua dilakukan Ferdinand Magellan pada 20 september 1519. Ia berlayar mulai dari Sanlucar de barrameda Spanyol kea rah barat menuju bagian selatan Benua Amerika. Tahun 1520, Maggelan mencapai Kepulauan Filipina. Pada saat mendaratkan kapalnya di Filipina sedang terjadi pertikaian antara-suku local. Ia berusaha mendamaikannya akan tetapi ia malah terbunuh dan meninggal pada 27 April 1521.
   Misi perjalanan  Magellan dilanjutkan oleh Sabastian Del Cano.  Pada tahun 1521 armada Spanyol mendarat dikepulauan Maluku. Di Maluku pimpinan perjalanan Sabastian Del Cano membeli rempah-rempah dan membawanya ke Spanyol dengan kapal Victoria. Berita bahwa Del Cano berhasil menemukan daerah penghasil rempah-rempah segera tersenar di penjuru Spanyol. Akibatnya hingga tahun 1534, kapal-kapal Spanyol berduyun-duyun dating ke Kepulauan Maluku. Selai membawa misi ekonomi, misi ini menyebarkan agama Katolik. Seorang pastor yang menjalankan misi penyebaran agama Katolik ke Maluku adalah Santo Franciscus Xaverius, ia juga menyebarkan agama Katolik di Ambon, Ternate, dan Morotai.

Penjajahan Bangsa Portugis
    Bangsa Portugis menempuh jalur penjelajahan kearah timur karena adanya perjanjian Tordesillas pada tahun 1494 antara Spanyol dan Portugis. Berdasarkan Perjajian tersebut, bangsa Spanyol mendapatkan wilayah sebelah barat dari kepulaun Cape Verde atau sebelah barat Afrika, sementara bangsa Portugis mendapatkan wilayah timur, hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya bentrokan antara kedua Negara tersebut dalam memperebutkan daerah yang baru.
   Misi bangsa Portugis dipimpin oleh Bartholomeu Dias, seorang pelaut Portugis yang mendapatkan perintah dari Raja Portugis. Pada tahun 1488, Bartholomeu Dias berhasil sampai Tanjung Harapan di ujung selatan Benua Afrika. Namun ia tidak bisa melanjutkan misi perjalanan karena kerusakan kapal.
  Perjalanan selanjutnya dilakukan oleh Vasco da Gama yang mendarat di Calicut atau India pada tahun 1498. Dari India, pada tahun 1510, Portugis mengirim misi ekspedisi ke timur yang dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque. Pada tahun yang sama armada de Albuquerque sampai di Goa, India bagian selatan. Di Goa, de Albuquerque mendengar cerita tentang kekayaan daerah Malaka. Pada tahun 1511, Alfonso de Albuquerque bersama pasukannya menyerang Malak dan berhasil.
     Dari Malaka, ekspedisi bangsa Portugis meneruskan perjalanan ke timur di bawah pimpinan Francisco Serro. Bangsa Portugis akhirnya sampai di Ternate, Maluku pada tahun 1512. Setelah menguasai Malaka dan Maluku, bangsa Portugis bermaksud memperluas kekuasaannya ke Pulau Sumatera  yang kaya akan lada, Namun usaha dalam merebut pulau Sumatra kurang berhasil karena terdapat Kerajaan Aceh yang mendominasi perdagangan lada di pulau Sumatra. Bangsa Portugis juga memperluas perdaganganya ke Pulau Jawa.

Kedatangan Bangsa Belanda ke Indonesia
  Pada awalnya, para pedagang bangsa Portugis berusaha merahasiakan jalur perdagangan ke Benua Asia. Namun, akhirnya jalur pelayaran bangsa Portugis ini berhasil diketahui bangsa lain. Seorang berkebangsaan Belanda yang bekerja pada perusahaan pelayaran Portugis, Jan Huygen van Linschiten, menerbitkan catatan berisi peta-peta dan gambaran tentang wilayah dan barang dagangan bangsa Portugis.
      Pada thun 1595, ekspedisi Belanda berlayar ke Asia. Ekspedisi ini dilakukan dengan empat buah kapal. Armada bangsa Belanda yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Pada Juni tahun 1596 Cornelis de Houtman sampai di Banten. Dari Banten misi pelayaran terus bergerak ke timur menuju Kepulauan Malaka. Di kepulauan Malaka, armada de Houtman berhasil mengangkut rempah-rempah dalam jumlah banyak.
Kedatangan Bangsa Inggris ke Indonesia
    Pada tahun 1600, Ratu Elizabeth 1 dari Inggris memberi hak Oktrooi kepada Maskapai Hindia Timur atau The East India Company (EIC). Maskapai Hindia Timur ini merupakan kongsi dagang inggris yang berpusat di India. Pada tahun 1602 Sir James Lancaster adalah orang pertama yang ditunjuk untuk memimpin armada palayaran Inggris ke dunia timur dan armada ini tiba di Aceh dan kemudian ia melanjutkan ke Banten.
     Misi pelayaran selanjutnya di pimpin oleh Sir Henry Middleton pada tahun 1604. Middeton berhasil sampai ke Ternate, Tidore, Ambon dan Banda. Di Kepulauan Maluku, Inggris mendapat persaingan dari Portugis dalam usah mendapatkan rempah-rempah. Pada tahun 1811, tentra Inggris menyerang wilayah-wilayah yang di kuasai Belanda. Pemerintahan Belanda menyerah tanpa syarat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS